[ X ] Close

Sabtu, 21 Mei 2011

Dijemput Paksa, Arumi Bachsin Teriak


JAKARTA- Meski sudah bertemu langsung dengan orang tuanya, Arumi Bachsin bersikeras menolak pulang ke rumah. Bahkan, bintang film Not for Sale itu sampai berteriak tak mau pulang.

Arumi bertemu keluarganya di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/5/2011). Bintang film 18+ itu didampingi pegawai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Saat bertemu dengan kedua orang tua dan ketiga adiknya, Arumi terlihat syok dan meneteskan air mata. Meski terlihat kaget, ketika Arumi tetap berpelukan dengan orang tuanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri AM Fatwa itu, tiba-tiba saja Arumi berteriak kencang. Sontak saja, suasana haru berubah menjadi gaduh karena Arumi keukeuh tak mau ikut pulang bersama keluarganya.

"Aku enggak mau pulang," teriak Arumi berkali-kali sambil menangis.

Ibunda Arumi, Maria Lilian Pesch juga sama kerasnya dengan anaknya. Maria tetap meminta Arumi segera pulang ke rumah.

"Dia adalah anak yang dibawah umur, mamah enggak mau kamu seperti ini. Pokoknya kamu pulang," tegas Maria kepada Arumi.

Sejak akhir Oktober 2010, Arumi pergi meninggalkan rumah. Arumi Bachsin sempat meminta perlindungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Namun lantaran keluarga mempolisikan mantan Ketua KPAI ke polisi, akhirnya Arumi pun dipindahkan ke LPSK.

Awalnya, keberadaan Arumi tak diketahui. Namun kegigihan keluarga mencarinya, membawa hasil dan polisi memberitahu bahwa Arumi berada di bawah pengawasan LPSK.

Sejak itu, keluarga pun mencari keberadaan Arumi ke LPSK. Mereka berniat membawa pulang Arumi yang kabarnya meninggalkan rumah, setelah melaporkan ibunda ke Polda Metro Jaya dengan dugaan eksploitasi anak.(rik)

YPI Tindak Tegas Agni Pratistha Soal Foto Topless

Yayasan Puteri Indonesia (YPI) bakal mengambil tindakan tegas setelah mengetahui alasan Agni Pratistha yang tampil dengan pose topless yang kini banyak di dunia maya. Selain itu YPI juga tengah mencari bahan-bahan terkait tindakan Puteri Indonesia 2006 itu.
Ahmad R Subing selaku Asissten Corp. Public Relation Manager Yayasan Puteri Indonesia saat dihubungi melalui telepon, Kamis (19/5) malam mengungkapkan kalau foto itu sebagai hal yang biasa, namun karena dilakukan seorang Puteri Indonesia yang seharusnya menjaga image dan citra, akhirnya menjadi luar biasa.
"Sebenarnya itu hal biasa seperti majalah-majalah dewasa lainnya, tapi karena dia Puteri Indonesia jadi luar biasa. Makanya kita cari tahu dulu, apa benar seperti itu? Alasannya apa? Kita lagi mencari majalahnya," ungkap Ahmad R Subing.
"Kita belum melihat foto-foto itu, tapi kita tahu dari media online,
informasi yang kita dapat katanya untuk majalah. Kita sedang mencari majalahnya untuk memastikan apakah benar," sambungnya.
Tindakan pertama yang akan dilakukan YPI adalah klarifikasi pada yang bersangkutan. Alasan 'keteledoran' sehingga menerima kontrak untuk pose yang menurunkan citra dan image Puteri Indonesia secara keseluruhan.
"Dari YPI mungkin akan klarifikasi ke Agni, kalau benar kita akan tanyakan alasannya apa, dan akan kita kasih nasihat sebagai Puteri Indonesia dia harus menjaga citra yang melekat di dia," ungkapnya.
Padahal, lanjut Ahmad R Subing, untuk para calon Puteri Indonesia sudah ditekankan supaya selalu menjaga image walaupun sudah lepas dari YPI. Sebelum mereka terpilih, bahkan saat masih di karantina sudah ditekankan hal itu.
"Sebelum mereka terpilih sudah kita kasih tahu, bahkan sejak di dalam karantina. Tapi kadang-kadang mereka menganggap itu suatu hal yang biasa, makanya kita kasih pengarahan lagi supaya tidak diikuti sama yang lain," pungkasnya. (kpl/hen/dar)
 
© Copyright 2035 Bima Yudha
Theme by Yusuf Fikri